Materi Persiapan UTS Kebidanan
Selamat datang! Platform pembelajaran untuk membantu Anda mempersiapkan UTS Kebidanan dengan materi yang lengkap dan mudah dipahami.
Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa mampu memahami/menjelaskan mengenai konsep dasar manusia
Manusia Sebagai Sistem
Manusia ditinjau sebagai sistem terbuka yang terdiri dari berbagai sub sistem yang saling berhubungan secara terintegrasi untuk menjadi satu total sistem.
Manusia Sebagai Adaptif
Manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya demi kelangsungan hidup.
Manusia Sebagai Mahluk Holistik
Manusia sebagai makhluk holistik mengandung pengertian, manusia makhluk yang terdiri dari unsur biologis, psikologis, sosial dan spritual. Keempat unsur ini tidak dapat terpisahkan.
Manusia sebagai makhluk biologis:
- Memiliki organ-organ tubuh yang berfungsi untuk mendukung kehidupan
- Memiliki proses metabolisme yang kompleks
- Mengalami pertumbuhan dan perkembangan
Manusia sebagai makhluk psikologis:
- Memiliki pikiran, perasaan, dan emosi
- Mampu belajar dan beradaptasi
- Memiliki kesadaran diri
Manusia sebagai makhluk Sosial:
- Membutuhkan interaksi dengan manusia lain
- Hidup dalam masyarakat dengan norma dan aturan
- Membentuk kelompok dan komunitas
Manusia sebagai makhluk Spiritual:
- Memiliki keyakinan terhadap kekuatan di luar dirinya
- Mencari makna hidup yang lebih dalam
- Memiliki nilai-nilai dan prinsip hidup
Konsep Kebutuhan Dasar Manusia
Merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis.
Ciri Kebutuhan Dasar Manusia:
- Universal (berlaku untuk semua manusia)
- Interdependen (saling terkait satu sama lain)
- Dinamis (berubah sesuai dengan kondisi)
- Berorientasi pada tindakan
Mekanik Tubuh
Mekanik tubuh adalah usaha koordinasi diri muskoloskeletal dan sistem saraf untuk mempertahankan keseimbangan yang tepat.
Gerakan (Ambulating)
Gerakan yang benar akan membantu mempertahankan keseimbangan tubuh. Orang yang berdiri akan lebih mudah stabil dibanding orang yang berjalan.
Menahan (Squatting)
Dalam menahan sangat diperlukan dasar tumpuan yang tepat untuk mencegah kelainan tubuh dan memudahkan gerakan.
Menarik (Pulling)
Hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda: ketinggian, letak benda, posisi kaki dan tubuh.
Mengangkat (Lifting)
Gunakan otot-otot besar dari tumit, paha, perut dan pinggul untuk mengurangi rasa sakit pada punggung.
Memutar (Pivoting)
Gerakan untuk memutar anggota tubuh dan bertumpu pada tulang belakang.
Pengaturan Posisi
Posturing adalah mengatur pasien dalam posisi yang baik dan mengubah secara teratur dan sistematik.
Tujuan Pengaturan Posisi:
- Mencegah nyeri otot
- Mengurangi tekanan
- Mencegah kerusakan syaraf
- Mencegah kontraktur otot
- Mempertahankan tonus otot
Pemberian Nutrisi Melalui NGT
Pemberian nutrisi melalui NGT adalah memberikan makanan kepada klien sesuai diet melalui selang NGT.
Indikasi Pemasangan NGT:
- Pasien dengan gawat nafas atau tidak sadar
- Pasien dengan masalah saluran pencernaan atas
- Pasien yang tidak mampu menelan
- Pasien pasca operasi pada faring atau esophagus
Pengertian
Pemasangan infus adalah teknik yang mencakup penusukan vena melalui transkutan dengan stilet tajam.
Tujuan Pemasangan Infus
Sesuai kebutuhan pasien:
- Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit
- Infus pengobatan dan pemberian nutrisi
Tujuan bagi bidan:
- Memberikan informasi tentang prosedur
- Agar mahasiswa mampu melaksanakan tindakan
Indikasi Pemasangan Infus
- Pasien dengan penyakit berat
- Pasien tidak dapat minum obat karena muntah
- Kesadaran menurun
- Kadar puncak obat perlu segera dicapai
Prosedur Pemasangan Infus
Rumus Dasar
Contoh Perhitungan
500 ml selama 10 jam:
1000 ml selama 12 jam:
Menghitung Interval Tetesan
Contoh:
- 17 tetes/menit: 60 ÷ 17 = 3,5 → 4 detik = 1 tetes
- 28 tetes/menit: 60 ÷ 28 = 2,1 → 2 detik = 1 tetes
Definisi
Tindakan untuk meningkatkan tekanan parsial oksigen pada inspirasi.
Tujuan Terapi Oksigen
- Meningkatkan konsentrasi O2 pada darah arteri
- Mempertahankan PaO2 > 60 mmHg atau SaO2 > 90 %
- Mencegah dan mengatasi hipoksemia
- Menurunkan kerja nafas dan miokard
Metode Pemberian Oksigen
Low flow:
- Kateter nasal (1-6 liter/menit)
- Kanul nasal (1-6 liter/menit)
High concentration:
- Sungkup muka sederhana (5-8 liter/menit)
- Sungkup rebreathing (6-10 liter/menit)
Pengertian
Tanda-tanda vital merupakan cara cepat untuk memantau kondisi klien.
1. Tekanan Darah
Batasan Normal:
- Normal: 90-120/60-80 mmHg
- Pre Hipertensi: 120-140/80-90 mmHg
- Hipertensi Stadium 1: 140-160/90-100 mmHg
2. Nadi
Batasan Normal:
- Dewasa: 60-100 x/menit
- Anak-anak: 80-100 x/menit
- Bayi: 120-140 x/menit
3. Pernafasan
Batasan Normal:
- Dewasa: 16-20 x/menit
- Anak-anak: 20-30 x/menit
- Bayi: 30-40 x/menit
4. Suhu
Batasan Normal:
- Oral: 36,5-37,5°C
- Aksila: 36,0-37,0°C
- Rektal: 37,0-38,0°C
Prinsip Dasar Pemeriksaan
1. Inspeksi
Observasi menggunakan panca indra untuk mendeteksi masalah kesehatan.
2. Palpasi
Pemeriksaan menggunakan telapak tangan untuk mengidentifikasi tahanan.
3. Perkusi
Mengetuk bagian tubuh untuk mengetahui konsistensi organ.
4. Auskultasi
Mendengarkan bunyi yang dihasilkan tubuh melalui stetoskop.
Pemeriksaan Per Sistem
- Keadaan Umum: Kesadaran, Tanda Vital, Antropometri
- Kepala: Simetris, rambut, lesi
- Mata: Gerakan bola mata, warna
- Hidung: Bentuk, trauma, epistaksis
- Telinga: Bentuk, bersih, tinitus
- Mulut: Bibir, gigi, lidah, gusi
Transmisi Kuman
Proses masuknya kuman ke dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan penyakit.
Proses Transmisi:
- Reservoir: Tempat kuman berkembang biak
- Portal Keluar: Jalan keluar kuman
- Transmisi: Cara penyebaran kuman
- Portal Masuk: Jalan masuk kuman
- Host: Manusia yang terinfeksi
5 Elemen Pokok Pencegahan Infeksi
- Kewaspadaan Standar (Cuci Tangan)
- Barier Protektif
- Teknik Aseptik Antiseptik
- Proses Instrumen
- Pengolahan Limbah
Konsep Sehat
WHO: "keadaan sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit".
Konsep Sakit
Suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimbulkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari.
Perbedaan konsep:
- Sakit: Keadaan tubuh yang melemah
- Kesakitan: Apa yang dirasakan seseorang
- Penyakit: Istilah medis gangguan fungsi tubuh
Tahapan Proses Sakit
- Tahapan gejala
- Tahap asumsi terhadap sakit
- Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan
- Tahap ketergantungan
- Tahapan penyembuhan
Pergeseran Konsep Sehat
Dari konsep lama (kuratif, rehabilitatif) menjadi konsep baru yang komprehensif:
- Preventif
- Promotif
- Kuratif
- Rehabilitatif