Menu Materi

Materi Persiapan UTS Kebidanan

Selamat datang! Platform pembelajaran untuk membantu Anda mempersiapkan UTS Kebidanan dengan materi yang lengkap dan mudah dipahami.

9
Materi
24
Jam Belajar
85%
Progress
7
Selesai
Konsep Dasar Manusia

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa mampu memahami/menjelaskan mengenai konsep dasar manusia

Manusia Sebagai Sistem

Manusia ditinjau sebagai sistem terbuka yang terdiri dari berbagai sub sistem yang saling berhubungan secara terintegrasi untuk menjadi satu total sistem.

Manusia Sebagai Adaptif

Manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya demi kelangsungan hidup.

Manusia Sebagai Mahluk Holistik

Manusia sebagai makhluk holistik mengandung pengertian, manusia makhluk yang terdiri dari unsur biologis, psikologis, sosial dan spritual. Keempat unsur ini tidak dapat terpisahkan.

Key Point: Manusia adalah makhluk biopsikososial spiritual yang tidak dapat dipisahkan aspek-aspeknya.
Manusia sebagai makhluk biologis:
  • Memiliki organ-organ tubuh yang berfungsi untuk mendukung kehidupan
  • Memiliki proses metabolisme yang kompleks
  • Mengalami pertumbuhan dan perkembangan
Manusia sebagai makhluk psikologis:
  • Memiliki pikiran, perasaan, dan emosi
  • Mampu belajar dan beradaptasi
  • Memiliki kesadaran diri
Manusia sebagai makhluk Sosial:
  • Membutuhkan interaksi dengan manusia lain
  • Hidup dalam masyarakat dengan norma dan aturan
  • Membentuk kelompok dan komunitas
Manusia sebagai makhluk Spiritual:
  • Memiliki keyakinan terhadap kekuatan di luar dirinya
  • Mencari makna hidup yang lebih dalam
  • Memiliki nilai-nilai dan prinsip hidup

Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis.

Ciri Kebutuhan Dasar Manusia:
  • Universal (berlaku untuk semua manusia)
  • Interdependen (saling terkait satu sama lain)
  • Dinamis (berubah sesuai dengan kondisi)
  • Berorientasi pada tindakan
Pengaturan Posisi dan Pemasangan NGT

Mekanik Tubuh

Mekanik tubuh adalah usaha koordinasi diri muskoloskeletal dan sistem saraf untuk mempertahankan keseimbangan yang tepat.

Gerakan (Ambulating)

Gerakan yang benar akan membantu mempertahankan keseimbangan tubuh. Orang yang berdiri akan lebih mudah stabil dibanding orang yang berjalan.

Menahan (Squatting)

Dalam menahan sangat diperlukan dasar tumpuan yang tepat untuk mencegah kelainan tubuh dan memudahkan gerakan.

Menarik (Pulling)

Hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda: ketinggian, letak benda, posisi kaki dan tubuh.

Mengangkat (Lifting)

Gunakan otot-otot besar dari tumit, paha, perut dan pinggul untuk mengurangi rasa sakit pada punggung.

Memutar (Pivoting)

Gerakan untuk memutar anggota tubuh dan bertumpu pada tulang belakang.

Tip: Selalu gunakan otot-otot besar saat mengangkat beban untuk mencegah cedera punggung.

Pengaturan Posisi

Posturing adalah mengatur pasien dalam posisi yang baik dan mengubah secara teratur dan sistematik.

Tujuan Pengaturan Posisi:
  • Mencegah nyeri otot
  • Mengurangi tekanan
  • Mencegah kerusakan syaraf
  • Mencegah kontraktur otot
  • Mempertahankan tonus otot

Pemberian Nutrisi Melalui NGT

Pemberian nutrisi melalui NGT adalah memberikan makanan kepada klien sesuai diet melalui selang NGT.

Indikasi Pemasangan NGT:
  • Pasien dengan gawat nafas atau tidak sadar
  • Pasien dengan masalah saluran pencernaan atas
  • Pasien yang tidak mampu menelan
  • Pasien pasca operasi pada faring atau esophagus
Pemasangan Infus

Pengertian

Pemasangan infus adalah teknik yang mencakup penusukan vena melalui transkutan dengan stilet tajam.

Tujuan Pemasangan Infus

Sesuai kebutuhan pasien:
  • Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit
  • Infus pengobatan dan pemberian nutrisi
Tujuan bagi bidan:
  • Memberikan informasi tentang prosedur
  • Agar mahasiswa mampu melaksanakan tindakan

Indikasi Pemasangan Infus

  • Pasien dengan penyakit berat
  • Pasien tidak dapat minum obat karena muntah
  • Kesadaran menurun
  • Kadar puncak obat perlu segera dicapai

Prosedur Pemasangan Infus

Berikan kesempatan klien bertanya
Jaga privacy klien
Letakkan pasien pada posisi semi fowler
Bebaskan lengan pasien dari pakaian
Letakkan manset 5-15 cm diatas tempat tusukan
Hubungkan cairan infus dengan infus set
Periksa label pasien sesuai instruksi
Alirkan cairan infus untuk menghilangkan udara
Kencangkan torniket dengan tekanan tepat
Bersihkan kulit dengan kapas alkohol
Tusuk vena dengan posisi jarum 30 derajat
Masukkan kateter dan tarik jarum
Sambungkan dengan selang infus
Atur tetesan dan fiksasi dengan plester
Cara Menghitung Tetesan Infus

Rumus Dasar

Volume (ml) × Faktor Tetesan ÷ Waktu (menit) = Tetesan per menit

Contoh Perhitungan

500 ml selama 10 jam:
500 × 20 ÷ (10 × 60) = 16,6 → 17 tetes/menit
1000 ml selama 12 jam:
1000 × 20 ÷ (12 × 60) = 27,8 → 28 tetes/menit

Menghitung Interval Tetesan

60 detik ÷ Tetesan per menit = Interval (detik per tetesan)
Contoh:
  • 17 tetes/menit: 60 ÷ 17 = 3,5 → 4 detik = 1 tetes
  • 28 tetes/menit: 60 ÷ 28 = 2,1 → 2 detik = 1 tetes
Tips: Gunakan stopwatch untuk menghitung tetesan. Hitung selama 15 detik lalu kalikan dengan 4.
Pemasangan Oksigen

Definisi

Tindakan untuk meningkatkan tekanan parsial oksigen pada inspirasi.

Tujuan Terapi Oksigen

  • Meningkatkan konsentrasi O2 pada darah arteri
  • Mempertahankan PaO2 > 60 mmHg atau SaO2 > 90 %
  • Mencegah dan mengatasi hipoksemia
  • Menurunkan kerja nafas dan miokard

Metode Pemberian Oksigen

Low flow:
  • Kateter nasal (1-6 liter/menit)
  • Kanul nasal (1-6 liter/menit)
High concentration:
  • Sungkup muka sederhana (5-8 liter/menit)
  • Sungkup rebreathing (6-10 liter/menit)
Informasi: Kadar oksigen bertambah 4% untuk setiap tambahan 1 liter/menit.
Pemeriksaan Tanda-tanda Vital

Pengertian

Tanda-tanda vital merupakan cara cepat untuk memantau kondisi klien.

1. Tekanan Darah

Batasan Normal:
  • Normal: 90-120/60-80 mmHg
  • Pre Hipertensi: 120-140/80-90 mmHg
  • Hipertensi Stadium 1: 140-160/90-100 mmHg

2. Nadi

Batasan Normal:
  • Dewasa: 60-100 x/menit
  • Anak-anak: 80-100 x/menit
  • Bayi: 120-140 x/menit

3. Pernafasan

Batasan Normal:
  • Dewasa: 16-20 x/menit
  • Anak-anak: 20-30 x/menit
  • Bayi: 30-40 x/menit

4. Suhu

Batasan Normal:
  • Oral: 36,5-37,5°C
  • Aksila: 36,0-37,0°C
  • Rektal: 37,0-38,0°C
Pemeriksaan Fisik

Prinsip Dasar Pemeriksaan

1. Inspeksi

Observasi menggunakan panca indra untuk mendeteksi masalah kesehatan.

2. Palpasi

Pemeriksaan menggunakan telapak tangan untuk mengidentifikasi tahanan.

3. Perkusi

Mengetuk bagian tubuh untuk mengetahui konsistensi organ.

4. Auskultasi

Mendengarkan bunyi yang dihasilkan tubuh melalui stetoskop.

Pemeriksaan Per Sistem

  • Keadaan Umum: Kesadaran, Tanda Vital, Antropometri
  • Kepala: Simetris, rambut, lesi
  • Mata: Gerakan bola mata, warna
  • Hidung: Bentuk, trauma, epistaksis
  • Telinga: Bentuk, bersih, tinitus
  • Mulut: Bibir, gigi, lidah, gusi
Prinsip Pencegahan Infeksi

Transmisi Kuman

Proses masuknya kuman ke dalam tubuh manusia yang dapat menimbulkan penyakit.

Proses Transmisi:
  1. Reservoir: Tempat kuman berkembang biak
  2. Portal Keluar: Jalan keluar kuman
  3. Transmisi: Cara penyebaran kuman
  4. Portal Masuk: Jalan masuk kuman
  5. Host: Manusia yang terinfeksi

5 Elemen Pokok Pencegahan Infeksi

  1. Kewaspadaan Standar (Cuci Tangan)
  2. Barier Protektif
  3. Teknik Aseptik Antiseptik
  4. Proses Instrumen
  5. Pengolahan Limbah
Prinsip Utama: Setiap orang dapat menjadi sumber infeksi, selalu gunakan APD dan cuci tangan.
Konsep Sehat dan Sakit

Konsep Sehat

WHO: "keadaan sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit".

Konsep Sakit

Suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimbulkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari.

Perbedaan konsep:
  • Sakit: Keadaan tubuh yang melemah
  • Kesakitan: Apa yang dirasakan seseorang
  • Penyakit: Istilah medis gangguan fungsi tubuh

Tahapan Proses Sakit

  1. Tahapan gejala
  2. Tahap asumsi terhadap sakit
  3. Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan
  4. Tahap ketergantungan
  5. Tahapan penyembuhan

Pergeseran Konsep Sehat

Dari konsep lama (kuratif, rehabilitatif) menjadi konsep baru yang komprehensif:

  • Preventif
  • Promotif
  • Kuratif
  • Rehabilitatif